Prinsip Manajemen

Prinsip-prinsip manajemen merupakan petunjuk-petunjuk mengenai tindakan manajerial yang membantu pihak manajer memutuskan apa yang harus dilakukannya dalam situasi tertentu. Sebagian besar prinsip-prinsip manajemen berasal dari pengalaman puluhan tahun para pemimpin melalui observasi terhadap tindakan-tindakan yang menyebabkan timbulnya masalah atau yang menghasilkan kesuksesan tertentu. Prinsip-prinsip manajemen yang paling popular dikemukakan oleh Henry Fayol (1841–1925) yang dituliskannya dalam buku yang berjudul Administration Industrielle et Generale (1916). Berikut ini adalah 14 prinsip manajemen yang dikemukakan oleh Henry Fayol.

  1. Pembagian kerja (division of labour), dengan manusia semakin mengkhusus dalam pekerjaannya, maka semakin efisien kerjanya.
  2. Otoritas dan tanggung jawab (authority and responsibility) diperoleh melalui perintah dan untuk dapat memberi perintah haruslah dengan wewenang formal. Walaupun demikian wewenang pribadi dapat memaksa kepatuhanorang lain.
  3. Disiplin (discipline), dalam arti kepatuhan anggota organisasi terhadap aturan dan kesempatan. Kepemimpinan yang baik berperan penting untuk menciptakan kepatuhan para bawahan, juga kesepakatan yang adil seperti penghargaan terhadap prestasi serta penerapan sangsi hukum secara adil terhadap yang menyimpang.
  4. Kesatuan komando (unity of command), artinya setiap karyawan hanya menerima perintah kerja dari satu orang karena jika perintah datangnya dari dua orang atasan atau lebih akan timbul pertentangan perintah dan kerancuan wewenang yang harus dipatuhi.
  5. Kesatuan pengarahan (unity of direction), artinya sekelompok kegiatan yang mempunyai tujuan yang sama harus dipimpin oleh seorang manajer dengan satu rencana kerja.
  6. Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi (subordination of individual interest to general interest), hendaknya pada setiap organisasi, kepentingan organisasi secara keseluruhan harus lebih pentingdibanding kepentingan perorangan.
  7. Renumerasi (renumeration of personnel), artinya pemberian balas jasa harus adil baik untuk karyawan maupun perusahaan.
  8. Sentralisasi (centralization), yaitu pengambilan keputusan yang banyak menggunakan pertimbangan atasan dan tanggung jawab akhir terletak pada atasan dengan tetap memberi wewenang memutuskan kepada bawahan sesuai kebutuhan sehingga memungkinkan adanya desentralisasi.
  9. Rantai skalar (scalar chain), adanya garis kewenangan yang tersusun dari tingkat teratas sampai ke tingkat terendah seperti tergambar pada bagan organisasi.
  10. Tata tertib (order), dengan menempatkan barang dan orang pada tempat dan waktu yang tepat.
  11. Keadilan (equity), hendaknya para manajer bersahabat dan adil terhadap semua bawahannya.
  12. Stabilitas masa jabatan (stability of personnel) dalam arti tidak banyak pergantian karyawan yang keluar masuk organisasi.
  13. Inisiatif (initiative), dengan memberikan kebebasan kepada bawahan untuk berprakarsa dalam menyelesaikan pekerjaannya walaupun dapat saja terjadi kesalahan-kesalahan.
  14. Semangat korps (esprit de corps), dengan meningkatkan semangat berkelompok dan bersatu. Hal ini dapat dilakukan melalui lebih banyak menggunakan komunikasi langsung daripada komunikasi formal dan tertulis.

Responses

  1. kadang orang mengabaikan manajemen..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: